Wartawan Reuters yang ditahan di Myanmar diberi Surat Kabar, Lalu Ditangkap

"Mereka mengambil dua kertas gulung dan membayar tagihannya lalu keluar dari restoran mereka segera ditangkap oleh sekitar tujuh atau delapan polisi serta memborgol mereka.”

Wartawan Reuters yang ditahan di Myanmar diberi Surat Kabar, Lalu Ditangkap
Pan Ei Mon (CL), istri reporter Reuters Wa Lone dan Nyo Nyo Aye (CR), saudara perempuan reporter Reuters Kyaw Soe Oo menghadiri sebuah konferensi pers di Yangon, Myanmar, 28 Desember 2017. REUTERS / Stringer

Wartawan Reuters yang ditahan di Myanmar diberi Surat Kabar, Lalu Ditangkap

"Mereka mengambil dua kertas gulung dan membayar tagihannya lalu keluar dari restoran mereka segera ditangkap oleh sekitar tujuh atau delapan polisi serta memborgol mereka.”

YangON - Anggota keluarga dari dua wartawan Reuters yang ditahan di Myanmar mengatakan ke dua wartawan tersebut ditangkap setelah diberi beberapa dokumen oleh polisi.

Wa Lone, 31, dan Kyaw Soe Oo, 27, ditangkap pada 12 Desember karena dicurigai melanggar Undang-Undang Rahasia Publik di negara tersebut. Kementerian Informasi telah mengutip keterangan dari polisi Myanmar bahwa mereka "ditangkap karena memiliki dokumen penting pemerintah dan rahasia yang berkaitan dengan Negara Bagian Rakhine dan pasukan keamanan".

Sebelumnya kedua wartawan reuters tersebut telah meliput tentang sebuah krisis di negara bagian Rakhine, di mana diperkirakan ada 655.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari tindakan keras militer terhadap militan.

Dalam kasus penangkapan para wartawan itu sendiri, istri Wa Lone, Pan Ei Mon, menjelaskan dalam sebuah konferensi pers bahwa suaminya dan Kyaw Soe Oo mengadakan sebuah pertemuan di sebuah restoran pada 12 Desember dengan dua petugas polisi. mereka belum pernah bertemu sebelumnya

Polisi menyerahkan dua kertas yang digulung dan mengatakan bahwa mereka bisa membawa dokumen tersebut ke rumah dan membukanya di sana, kata Pan Ei Mon, mengutip keterangan suaminya.

"Mereka mengambil dua kertas gulung dan membayar tagihannya lalu keluar dari restoran mereka segera ditangkap oleh sekitar tujuh atau delapan polisi serta memborgol mereka.”

Nyo Nyo Aye, adik Kyaw Soe Oo, dalam keterangan konferensi pers kakaknya telah memberinya laporan atas kejadian serupa.

Pada hari Rabu, Letnan Kolonel Myint Htwe, seorang staf senior dari Divisi Kepolisian Yangon, mengatakan: "Kami mengambil tindakan karena mereka melakukan kejahatan tersebut. Mereka perlu dibawa ke pengadilan. "

Pemerintah Myanmar telah memberikan keterangan bahwa dua polisi ditangkap bersama dengan kedua wartawan tersebut, namun pemerintah belum memberikan informasi apapun sejak kejadian yang menimpa mereka. Tidak jelas apakah kedua polisi yang ditangkap tersebut adalah dua orang yang sama yang ditemui wartawan.

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo telah dikirim ke penjara Insein Yangon. Selama persidangan, mereka diizinkan untuk bertemu keluarga mereka  dan seorang pengacara untuk pertama kalinya sejak ditangkap.

Keluarga dan pengacara Than Zaw Aung, juga diizinkan untuk menemui wartawan tersebut sekitar setengah jam di penjara pada hari Kamis.

Zaw Aung dalam keterangan pers nya menyampaikan bahwa kedua wartawan ditahan di blok yang sama berhadapan dengan tahanan yang sedang menghadapi tuduhan pembunuhan dan narkoba, meski demikian kedua wartawan itu tidak dianiaya dalam tahanan.

"Situasinya baik-baik saja," kata Wa Lone. "Kami akan menghadapinya sebaik mungkin karena kita tidak pernah melakukan kesalahan. Kami tidak pernah melanggar hukum media atau etika. "

Undang-undang Rahasia Resmi era kolonial Inggris membawa hukuman penjara maksimum 14 tahun.

Pejabat pemerintah dari beberapa negara besar dunia, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Kanada, serta pejabat tinggi PBB, sebelumnya telah menyerukan pembebasan kedua wartawan tersebut. Beberapa LSM dan organisasi jurnalis menyebut penangkapan tersebut sebagai serangan terhadap kebebasan pers.

Pada hari Rabu, juru bicara Reuters kembali meminta agar wartawan mereka dibebaskan.

"Kedua wartawan ini ditahan karena hanya melakukan pekerjaan mereka dan tidak melakukan kesalahan apapun. Sudah saatnya Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dibebaskan, "kata juru bicara tersebut. || Reuters