Waspada Serangan Rudal di Suriah, Sejumlah Maskapai Alihkan Rute

Presiden AS Donald Trump dan sekutu-sekutu Barat dikabarkan sedang mempersiapkan aksi militer untuk menghukum rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad

Waspada Serangan Rudal di Suriah, Sejumlah Maskapai Alihkan Rute
Rudal Scud milik Suriah. [FOTO: armyrecognition]

Waspada Serangan Rudal di Suriah, Sejumlah Maskapai Alihkan Rute

Presiden AS Donald Trump dan sekutu-sekutu Barat dikabarkan sedang mempersiapkan aksi militer untuk menghukum rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad

Paris - Sejumlah maskapai besar memutuskan mengalihkan rute penerbangan sebagai antisipasi atas potensi serangan rudal Amerika Serikat (AS) di wilayah Suriah. Pengalihan dilakukan usai badan pengendali lalu lintas udara Eropa merilis peringatan bagi pesawat yang melalui rute Mediterania timur. 

Seperti dilansir Reuters, Rabu (11/4/2018), pihak Eurocontrol yang mengawasi lalu lintas udara wilayah Eropa telah merilis notifikasi pada Selasa (10/4) sore waktu setempat. Notifikasi itu memperingatkan bahwa rudal jelajah dan rudal udara-ke-darat bisa saja ditembakkan dalam waktu 72 jam ke depan dan ada kemungkinan gangguan singkat pada perlengkapan navigasi radio. 

Presiden AS Donald Trump dan sekutu-sekutu Barat dikabarkan sedang mempersiapkan aksi militer untuk menghukum rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad yang dituding mendalangi serangan gas kimia beracun di Douma pada Sabtu (7/4) lalu. Suriah telah membantah tudingan ini.

Trump sendiri telah membatalkan kunjungan perdananya ke Amerika Latin agar bisa lebih fokus pada Suriah. Keputusan itu disebut mengisyaratkan AS tengah menyiapkan aksi militer yang lebih besar ketimbang serangan terbatas. AS juga diketahui terlibat diskusi intens dengan Prancis dan Inggris, sehingga meningkatkan prospek akan aksi militer Barat yang terkoordinasi di Suriah.
Seorang juru bicara maskapai Air France menyatakan pihaknya telah mengubah sejumlah rute penerbangan menindaklanjuti peringatan Eurocontrol itu. Pengalihan rute dilakukan penerbangan tujuan Beirut, Lebanon dan Tel Aviv, Israel. Maskapai berbujet rendah easyJet juga menyatakan akan mengalihkan rute penerbangan dari Tel Aviv. 

Sedangkan maskapai Jerman, Lufthansa, menyatakan pihaknya mewaspadai peringatan Eurocontrol dan terus berkomunikasi secara erat dengan otoritas terkait. "Sebagai langkah pencegahan proaktif, maskapai Lufthansa Group telah menghindari wilayah udara di Mediterania timur untuk sementara waktu," sebut juru bicara Lufthansa pada Rabu (11/4) waktu setempat.

Maskapai lainnya, seperti Ryanair, British Airways, Etihad Airways, dan Royal Jordanian menyatakan tetap beroperasi normal, namun terus memantau situasi di Suriah secara saksama. Maskapai ternama Emiraets juga menyatakan pihaknya terus memantau situasi dan akan 'mengambil langkah penyesuaian jika dibutuhkan'.

Sementara itu, maskapai EgyptAir memutuskan tidak mengubah rute meski ada peringatan. Maskapai Israel, El Al, menolak berkomentar. Maskapai-maskapai lain yang memiliki rute di area konflik belum bersedia memberi komentarnya.

Otoritas penerbangan global telah meningkatkan pemantauan zona-zona konflik usai pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh dengan rudal darat-ke-udara saat terbang di atas wilayah Ukraina yang dilanda konflik tahun 2014. Sedikitnya 298 orang tewas dalam insiden nahas itu. 

Peringatan baru biasanya dirilis usai aksi militer dimulai. Dengan demikian, peringatan antisipasi dari Eurocontrol ini menunjukkan semakin memanasnya situasi penerbangan di zona konflik. 

Saat ini kapal Angkatan Laut AS yang memiliki roket kendali, USS Donald Cook, diketahui berada di perairan Laut Mediterania. Dalam pernyataan terbaru, Trump memperingatkan Rusia, sekutu rezim Assad, untuk bersiap menghadapi serangan rudal di wilayah Suriah.

Sumber: Detik