Wujudkan Aceh Sejahtera, Pemerintah Aceh Permudah Izin Investasi

Wujudkan Aceh Sejahtera, Pemerintah Aceh Permudah Izin Investasi
Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meluncurankan Sistem Aplikasi Perizinan Aceh (SAPA) di Anjong Mon Mata Banda Aceh. (Foto: Humas Aceh)

Wujudkan Aceh Sejahtera, Pemerintah Aceh Permudah Izin Investasi

Banda Aceh – Pemeritah Aceh mengaku terus berupaya membuka keran peluang investasi bagi dunia usaha. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan sumber daya lokal dalam mewujudkan Aceh yang lebih sejahtera.

"Saat ini Pemerintah Aceh terus berupaya membuka peluang dan memberi ruang kepada pihak swasta untuk mengembangkan usahanya di Aceh. Dengan dukungan itu, diharapkan lapangan kerja semakin terbuka dan potensi daerah dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ujar Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Penegasan tersebut disampaikannya saat meresmikan peluncuran Sistem Aplikasi Perizinan Aceh (SAPA) dan sosialisasi sistem informasi elektronik Perizinan, di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Selasa 24 Oktober 2017.

Untuk mencapai harapan tersebut, kata Nova, saat ini Pemerintah Aceh telah mempersiapkan tiga faktor pendukung, yaitu menyediakan informasi tentang potensi daerah yang mudah diakses oleh siapa saja, menumbuhkan keyakinan calon investor tentang kepastian hukum bagi pengembangan usaha di Aceh, dan faktor keamanan serta dukungan masyarakat dalam usaha menciptakan iklim investasi yang kondusif di Aceh.

Wagub menambahkan, untuk mendukung kemudahan investasi, Pemerintah Aceh telah menghadirkan sebuah program yang disebut Sistem Informasi Aceh Terpadu (SIAT), guna mendukung pelayanan yang lebih baik.

“Program Aceh SIAT ini merupakan pengembangan dari sistem yang berbasis teknologi informasi. Dengan diterapkannya program ini, berbagai informasi pembangunan Aceh terkini akan tersaji dengan cepat dan dapat diakses oleh semua pihak,” ungkapnya.

Salah satu langkah untuk memudahkan akses informasi itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu telah menghadirkan Sistem Aplikasi Perizinan Aceh (SAPA) dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi calon investor dalam mendapat izin mengembangkan usaha di daerah ini.

“Aplikasi SAPA ini merupakan salah satu penerapan sistem e-government agar masyarakat dapat memantau kerja-kerja yang dilakukan Pemerintah Aceh. Dalam pengembangan program ini, Pemerintah Aceh mendapat dukungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka memperkuat semangat transparansi di Pemerintahan Aceh,” imbuh Wagub.

Wagub meyakini, kehadiran program ini akan memudahkan kalangan dunia usaha dalam mendapatkan izin pengembangan usaha di Aceh, sehingga pelayanan bagi calon investor akan lebih cepat, lebih efisien dan bersih dari pungutan liar.

Sementara itu, Kepala Dinas PMPTSP Aceh, Iskandar menjelaskan, dengan kehadiran sistem online SAPA ini, DPMPTSP bisa menerima sebanyak 50 perizinan perhari.

“Untuk keluarnya izin itu berbeda tergatung izin usaha apa yang diajukan oleh investor, waktunya bervariasi, ada yang tiga hari, lima hari bahkan ada yang tiga bulan,” ungkapnya.

Menurut Iskandar, tekad Pemerintah Aceh untuk mengundang investor telah membuahkan hasil. "Saat ini, dalam 100 hari kerja pasangan Irwandi Nova, Aceh menjadi daerah paling menarik investasi nomor 9 di Indonesia," pungkasnya. []